Relung Rasa Raisa

relung rasa raisa

Judul               : Relung Rasa Raisa

Genre              : Romance

Pengarang       : Lea Agustina Citra

Penerbit           : Plot Point (2013)

Tebal               : 304 hlm

ISBN               : 978-602-9481-54-9

Raisa memulai perjalanan daruratnya ke Jerman dengan perasaan kacau balau. Di saat ia belum bisa seratus persen mengobati rasa sakit hatinya akibat kisah suram masa lalu, ia justru dihadapkan pada masalah baru yang tak kalah membuat pikiran cenat-cenut. AhA Publishing, sebuah penerbitan buku tempatnya bekerja terancam gulung tikar. Dan satu-satunya langkah yang harus diambil untuk menyelamatkannya adalah dengan menerbitkan paling tidak satu buku yang akan menjadi best seller nantinya.

Dan usaha Raisa sepertinya membuahkan hasil, saat ia menemukan sebuah novel laris berlatar belakang kerusuhan Mei 1998 yang sayangnya, sang pengarang, Jan Marco, tak ingin novelnya itu beredar di Indonesia. Jelas hal itu membuat Raisa penasaran setengah mati. Terlebih, ia hanya memiliki waktu satu minggu untuk medapatkan hak copyright novel Cedar Incense itu. Untunglah Raisa bertemu dengan Lilo, pemuda ganteng berhati malaikat yang menawarkan diri untuk membantunya. Namun, pengejarannya pada sang novelis juga membawanya kembali pada cinta masa lalunya. Membuka kembali luka lama yang bersarang di hati Raisa selama delapan tahun. Lantas, bagaimana langkah Raisa selanjutnya? Mampukan sebuah kesempatan kedua dalam kehidupannya bekerja kali ini? (karena semua butuh kesempatan kedua).

 

Comment:

Nggak nyangka saya akan membuat review secepat ini. tadinya saya pikir buku yag lumayan tebal ini akan saya baca pelan-pelan sembari mengisap good day manis diiringi rintik hujan di senja yang kian memerah. Ah, nyatanya saya justru dibuat cepat-cepat ingin menuntaskannya hingga halaman terakhir. Buku ini sukses bikin saya penasaran hingga mampu mengurung diri di kamar bahkan tanpa ditemani secangkir kopi pun dan di siang bolong pula. Buyar sudah impian membaca dengan anggun dan seksih.. wkwkwk -_- saat di Salemba, sebetulnya novel ini sama sekali nggak menjadi incaran untuk saya beli, terutama karena agak kurang sreg dengan nama ‘Raisa’ (jangan tanya kenapa). Tapi, setelah diamati dan diteliti sampai nungging2 (karena letaknya di rak yang agak rendah), akhirnya saya penasaran juga dengan karya lain mbak Lea ini yang katanya lebih membumi karena sama sekali lepas dari unsur fantasi seperti novelnya yang sebelumnya. Ada alasan lain sebetulnya, yaitu judulnya yang timbul dan berkilau serta berwarna merah (saya suka merah lho | gak penting -_-).

Dan setelah menuntaskannya, saya benar2 terpukau. Alurnya maju mundur antara tahun 2005 dan 2013, cukup mampu membuat emosi saya naik turun (mengingat frekuensi kata ‘hah?’ yang saya keluarkan saat membaca lumayan sering). Petualangan Raisa di negara yang asing baginya (namun juga menjadi impiannya) selama seminggu dituturkan dengan apik dan mendalam di dalam sebuah novel setebal tiga ratusan halaman ini (plus flashbacksnya). Menambah pengetahuan juga tentang Jerman dan tempat2 menarik yang ada di sana. Tak disangka, di balik kata2 dan kejadian yang seringkali mengundang senyum dan tawa, ada juga kisah tragis dan pilu yang menyayat hati.  

Karakter tokoh2nya juga kuat. Raisa dengan sifat keras kepala dan gengsiannya, dan Caesar (bukan yang tukang goyang keep smile lho -_-) yang setia mampus dan pantang menyerah, serta Jan Marco yang meledak-ledak dan nekat. Cuma yang saya bingung, si Lilo itu lhoo, terlalu baik hati banget, bahkan untuk wanita secantik Raisa yang baru ia kenal sekalipun. Meski akhirnya saya tau dia playboy (menurut Caesar), tapi terlalu berhati malaikat (semoga ada beneran sosok seperti Lilo ya, tentu saja harus minus playboynya. Dan dia harus jadi suami saya.. hahaha :D). Kehadirannya pun tak memberikan greget berarti untuk cerita ini. lebih seru kalau dibikin Lilo ngejar2 Raisa mati-matian!! Hahaha.. Dan semoga saja Lilo nggak sama Alena, dia lebih cucok sama Viny!! Eh iya, kayaknya setiap tokoh cewek dalam novel mba Lea yang saya baca selalu punya dua kakak perempuan ya, sama kayak di Flavia de Angela. Jujur saya juga agak terganggu dengan penggambaran tokoh yang seperti Won Bin maupun Ryan Gosling -_-, membuyarkan imajinasi saya sendiri tentang tampang2 si tokoh.

Dan di luar itu semua, novel ini oke banget. Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari sini (lain kali sisipin pohon duren juga ya mba Lea, biar bisa saya petik sekalian :P). Pokoknya pelajaran berharga yang harus banget anak muda jaman sekarang perhatikan betul-betul (udah kayak Ipin aja -_-). Dan yang terpenting, tentang kesempatan kedua yang berhak didapatkan oleh semua orang. Kalau kamu pengen dapet kesempatan itu, berikan pula hal yang sama pada orang yang membutuhkannya. Semua orang bisa dan berhak berubah. Dan jika kesempatan kedua itu bisa membuatmu merasa lebih bahagia, kenapa harus malu dan menyerah pada sebuah ego dan gengsi yang seperti benalu itu?

Buku yang cantik dengan ukiran judul yang membuat saya jatuh cinta, serta cerita yang menarik ini mampu membuat saya memberikan lima bintang 😀 tapi yang masih membuat saya penasaran adalah seperti apa wajah Raisa yang memiliki sepasang mata indah yang mampu menyihir baik Lilo maupun Caesar itu? di cover maupun pembatas bukunya cuma ketahuan rambutnya bob aja (mirip sama saya :D), tato kupu2nya pun gak ditunjukkan. Ilusrasi isinya juga keren lho, terutama gambar lukisan Saskia yang anggun dan cantik 😀 selamat mba Lea, ditunggu karya2nya yang lain (semoga saya bisa seperti mba Lea :D).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s